CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Puluhan siswa-siswi Taman Kanak-Kanak (TK) atau Raudhatul Athfal (RA) Khairatul Jannah Kedung Bulus Cilegon mendatangi Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon, Senin (27/11/2023). Kunjungan siswa-siswi ke kantor Damkar tersebut untuk belajar bagaimana petugas Pemadam Kebakaran bekerja dan apa saja tugas-tugasnya.
Di depan siswa-siswi RA Khairatul Jannah, Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran pada DPKP Kota Cilegon, Suroto menjelaskan apa saja tugas dari Pemadam Kebakaran. Suroto juga memperlihatkan Alat Pelindung Diri (APD) yang dipakai para petugas ketika bertugas memadamkan api di lokasi kebakaran. “Ada helm, fire jacket, sepatu, sarung tangan, celana, tabung gas, dan masker. Alhamdulillah mereka dengan suka ria senang menyimak kaitan dengan kegiatan kunjungan anak-anak TK,” kata Suroto, Senin (27/11/2023).
Suroto menyebut petugas juga memakai baju anti panas dan baju anti api untuk melindungi diri ketika kebakaran terjadi. Tak hanya itu, Suroto juga menjelaskan apa saja yang bisa memicu kebakaran. “Pertama jangan memainkan HP ketika sedang dicas. Karena arus listriknya bisa memicu arus pendek dan meledak,” ujarnya.
Selain itu Suroto mengingatkan kepada anak-anak jangan main korek api, apalagi di musim panas atau kemarau. Jangan sekali-kali membakar sampah. “Asapnya juga bisa menyebabkan sakit paru-paru,” ujarnya.
Suroto juga mewanti-wanti agar tidak memasang colokan listrik yang melebihi kapasitasnya. Misalnya pakai colokan yang kapasitasnya 1.300, tapi daya yang digunakan melebihi kapasitas sehingga bisa memicu percikan api dan terjadinya kebakaran.
Selain itu, dikatakan Suroto dalam sebulan ada sekitar 25 sekolah PAUD dan TK berkunjung ke kantornya. “Sebulan hampir 25 kali kunjungan anak-anak paud,” tutupnya.
Kepala Sekolah RA Khairatul Jannah Kedung Bulus, Latifah menjelaskan tujuan mengajak anak-anak didiknya ke kantor Pemadam Kebakaran untuk mengenalkan salah satu profesi di masa depan. Kebetulan, kata Latifah, tema pelajaran dua pekan lalu tentang mitigasi bencana, termasuk kebakaran. “Apalagi saat ini banyak terjadi kebakaran. Jadi anak-anak bisa langsung lihat alat-alat apa saja yang digunakan apabila terjadi kebakaran,” katanya.
Selain itu, kata Latifah, anak-anak didiknya juga mendapatkan edukasi apa yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran. “Jadi memang sesuai tema,” ujar Latifah.
Ailiin Nathania, siswi RA Khairatul Jannah Kedung Bulus mengaku gembira bisa ikut ke kantor Pemadam Kebakaran Kota Cilegon. Dia berkata selama kunjungan, dia dan teman-temannya mendapatkan banyak pelajaran.
“Kalau ada kebakaran, telepon Pemadam Kebakaran. Kita juga gak boleh main korek api, juga gak boleh mainin HP waktu dicas, nanti bisa meledak,” kata siswi berusia 5 tahun ini.
Ailiin juga senang karena diajak bermain dan naik ke atas mobil Pemadam Kebakaran. “Seru naik mobil dan disemprot air seperti mandi hujan,” ujarnya.
Tak hanya memberikan edukasi tentang bahaya kebakaran, para petugas Pemadam Kebakaran juga mengajak anak-anak untuk bermain air. Anak-anak TK disemprot menggunakan air dari mobil Pemadam Kebakaran, sehingga seperti sedang bermain hujan-hujanan. (boy/red)







