CILEGON,LINTASBANTEN.COM- Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Masduki, angkat bicara terkait flaring yang dilakukan oleh PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) setelah dua minggu aktivitasnya berlangsung.
Sekretaris DPD PAN Kota Cilegon ini, menekankan pentingnya tanggung jawab sosial dari perusahaan, khususnya dalam menangani dampak kesehatan terhadap masyarakat sekitar.
Masduki menyoroti lemahnya penanganan sosial selama proses flaring. Ia menegaskan bahwa upaya preventif dan kuratif harus dilakukan secara komprehensif, bekerjasama dengan instansi kesehatan setempat.
“Satu persoalan tolong sigap dengan penanganan sosialnya, yaitu harus bekerja sama dengan puskesmas yang ada, ambulan harus disiapkan, masker harus disiapkan, susu harus disiapkan. Jangan sampai ini kan bicaranya dampak kesehatan masyarakat, bahkan sosialisasinya harus betul-betul komprehensif flaring pertama kali,” ujar Masduki kepada awak media usai Rapat paripurna DPRD Kota cilegon Penyampaian 2 Raperda tentang RPJMD Kota Cilegon tahun 2025-2029 dan Pengelolaan sampah di Ruang Rapat Paripurna, Senin (2/6).
Ia menambahkan, sebelum flaring dilakukan, pihak perusahaan seharusnya mengadakan sosialisasi lebih dulu bersama tokoh masyarakat dan fasilitas kesehatan tingkat kelurahan.
“Makanya sebelum dilakukan harus dilakukan sosialisasi dulu dengan para tokoh, paling tidak bekerja sama dengan pustu kelurahan-kelurahan,” ujarnya.
Dalam keterangannya, pimpinan PT LCI menyebut flaring merupakan proses yang harus dilakukan. Menurut Masduki, hal ini otomatis menjadikan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai keharusan yang tidak bisa diabaikan.
“Keterangan beliau (pimpinan PT LCI), flaring ini harus dilakukan. Hal ini berarti otomatis tanggung jawab sosialnya harus betul-betul dilakukan. Kita juga sudah ingatkan kemarin, di situlah fungsi daripada rekrutmen keterlibatan teman-teman lokal, bukan dalam konteks monopoli. Baik dalam rekrutmen tenaga kerjanya, maupun kegiatan usahanya,” paparnya.
Masduki menyayangkan jika warga sekitar hanya menjadi korban dampak flaring namun tidak dilibatkan dalam kegiatan industri yang ada.
“Sadar tidak sadar, hari ini yang terdampak warga sekitar. Kalau misalkan hari ini di situ banyak pekerjaannya adalah masih minoritas, ini adalah kearifan lokal, kita junjung. Kita sampaikan kemarin dengan pihak Lotte,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keadilan dalam pola rekrutmen tenaga kerja agar warga sekitar tidak hanya menanggung dampak lingkungan, tapi juga bisa mendapat manfaat ekonomi.
“Bagaimana pola penanganan. Jangan sampai seperti ini yang kena dampak adalah warga sekitar ketika rekrutmen tenaga kerja sekitar terabaikan,” katanya.
Masduki juga mendorong agar laboratorium lingkungan hidup yang independen digunakan dalam mengukur dampak flaring. Hal ini penting agar hasil pemeriksaan benar-benar objektif.
“Makanya kita usulkan juga tuh, terkait dengan hari ini mereka menggunakan laboratorium yang independen. DLH nih, saya sampaikan kemarin juga pada PT LCI, juga memungkinkan juga tidak DLH akan siapkan laboratorium dan untuk cek itu supaya hasilnya betul-betul fair, makanya kita dorong DLH punya laboratorium itu,” ungkapnya.
Sementara itu, sebelumnya General Manager HSE PT Lotte Chemical Indonesia, Sugeng Priyanto, menyampaikan bahwa perpanjangan periode yakni terhitung Selasa (27/5/2025) hingga satu pekan kedepan. “Kami hendak memberitahukan mengenai rencana PT LCI untuk memperpanjang periode start-up dan kegiatan pembakaran gas di cerobong (‘Flaring’) karena perlu ada tambahan waktu untuk menstabilkan parameter proses. Perpanjangan periode ini akan dilaksanakan dari hari Selasa, 27 Mei 2025 sampai dengan satu pekan ke depan,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa flaring merupakan proses pembakaran gas yang dilakukan secara terkendali dan merupakan bagian dari standar keselamatan industri petrokimia.
“Tidak hanya dilakukan oleh LCI, kegiatan ini juga umum dilakukan oleh industri sejenis (yaitu sektor petrokimia dan sektor migas) di Indonesia maupun dunia selama puluhan tahun,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pembakaran ini bertujuan untuk mencegah potensi bahaya dan bukan merupakan indikasi adanya bahaya. Ia juga kemudian menyinggung terkait komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan lingkungan.
“PT LCI akan terus berkomitmen terhadap kepatuhan lingkungan, keselamatan, dan transparansi selama periode kegiatan tersebut berlangsung. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan selama kegiatan Flaring berlangsung,” tutupnya. (*/red)













