CILEGON, LINTASBANTEN.COM- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Al-Khairiyah sukses gelar Latihan Kader 1 yang diikuti Puluhan Mahasiswa.
Kegiatan di pusatkan di Yayasan Ar Araf Cilegon yang berlangsung sejak 11-13 Agustus 2023. Latihan Kader 1 sendiri, adalah salah satu syarat untuk menjadi anggota penuh HMI, dan merupakan jenjang awal untuk menjadi anggota HMI.
Dalam HMI jenjang training HMI terbagi menjadi training formal, informal dan training lainnya. Training formal terdiri dari LK1, LK2, dan LK3 , dan Training Informal sendiri terdapat Senior Course dan Training Of Trainer dan training lainnya serta ada Latihan Khusus Kohati (LKK).
Adam Fadillah Kabid P3A HMI Komisariat FEB UNIVAL menyampaikan, untuk menjadi kader HMI harus mengikuti dahulu LK1 sebelum mengikuti jenjang-jenjang perkaderan lainya.
Ali Misri Ketua Umum HMI Komisariat FEB UNIVAL menyapaikan, LK1 ini merupakan tahapan pengenalan untuk anggota HMI.
“Latihan kader 1 (Basic Training) merupakan awal mahasiswa yang ingin berproses di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Tahapan ini adalah tahapan pengenalan Sejarah, ideologi HMI, Mission HMI konstitusi dan tentang kepemimpinan dalam HMI yang selanjutnya mhasiswa yang sudah menjadi kader HMI akan melalu proses perkaderan selanjutnya baik formal maupun non formal seperti follow up dan Upgraiding,” ujar Ali
Di jelaskan Ali, agar setiap kader HMI mampu menjalankan Mission HMI untuk mencapai tujuan Hmi yaitu Terbinanya insan akademis pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhai Allah SWT.
Sementara itu, Formateur HMI Cabang Cilegon, Rahmat Hidayatullah menyapaikan apresiasi sebesar-besarnya untuk rekan rekan HMI Komisariat FEB yang sudah melaksanakan kegiatan ini .
“Terimakasih teruntuk Pengurus HMI Komisariat UNIVAL yang sudah melaksanakan LK1, sesuai dengan fungsi HMI sebagai organisasi pengkaderan LK1 ialah langkah awal dalam hal pengkaderan. Karena komisariat ialah rahim dari pada pengkaderan maka dari itu komisariat harus menciptakan formulasi-formulasi terbaru untuk menciptakan kader secara kuantitas dan kualitas yang baik,” tandasnya. (Nas/red)










