LINTASBANTEN.COM – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS-CM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengelolaan keuangan daerah dan layanan kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan Direktur Utama BPRS-CM, M Yoka Desthuraka saat merayakan HUT BPRS-CM ke-23 di kantornya, Kamis (9/4/2026).
Yoka mengatakan, BPRS-CM pada hari jadi ini memiliki tema atau tagline bahwa bank dapat berkontribusi kepada masyarakat khususnya masyarakat di Kota Cilegon.
“Harapannya kita ada tagline kita, temanya enpowering community, pemberdayaan masyarakat isitilahnya kita lebih bermanfaat lagi untuk masyarakat. BPRS-CM ini lebih melayani kepada masyarakat, khususnya internal Cilegon,” ujarnya.
Yoka bersyukur, saat ini langkah peningkatan pelayanan kepada masyarakat didukung penuh oleh Pemkot Cilegon.
Pengelolaan dana daerah sejumlah komunitas baik untuk pembayaran honor PPPK, RT RW hingga kader telah diarahkan kepada Pemkot untuk dikelola BPRS-CM.
“Syukur alhamdulillah kita disupport oleh Pemkot Cilegon, dalam hal ini beberapa komuniktas, atau job title ke kita, PPPK, RT RW, linmas, keder, itu semua sudah diarahkan ke kita. Kedepan kita dikenal lagi di masyarakat,” ucapnya.
Ia mengaku, saat ini memang BPRS-CM masih belum banyak dikenal masyarakat. Namun dengan pengelolaan dana daerah itu, BPRS-CM dapat makin dikenal luas.
“Dengan ada penggajian RT RW, ada route community. Karena RT RW yang dekat dengan masyarakat, Jadi BPRS-CM ini ada. kita memang belum banyak dikenal di masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, belum lama telah mendirikan Kantor Kas di Pasar Blok F. Meski telah ada kantor kas, diakuinya, belum begitu dirasakan masyarakat.
Dengan kemitraan dengan RT RW, BPRS-CM bisa lebih dikenal. Karena RT RW lapisan terbawah pemerintah, tentu dapat merekomendasikan BPRS-CM.
“Dengan hadir di pasar, ada outlet disitu, kehadiran kita belum mendominasi. Terus terang sekarang dominasi rentenir. Adapun RT RW kita lebih dikenal, kan RT RW dekat dengan masyarakat, dapat merekomendasikan UMKM ke kita,” tandasnya. (luq)







