Rapor Merah YELO 2025: Pendapatan Menukik 75 Persen, Rugi Bersih Bengkak Hingga Rp21,5 Miliar

LINTASBANTEN.COM – Kondisi keuangan perusahaan penyedia layanan konektivitas digital dan sewa modem, PT Yelooo Integra Datanet (YELO), sedang menghadapi tekanan yang sangat berat.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru untuk tahun buku 2025, emiten teknologi ini mencatatkan penurunan kinerja yang sangat signifikan di berbagai lini pembukuannya.

Sorotan utama dari kinerja PT Yelooo Integra Datanet pada tahun 2025 terletak pada pengurangan pendapatan yang sangat drastis. Perusahaan hanya mampu mencetak angka pendapatan sebesar Rp64,1 miliar.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan penurunan atau menukik tajam hingga 75,11 persen.

Pada edisi tahun 2024, perusahaan masih mampu membukukan pendapatan yang cukup solid di angka Rp257,5 miliar. Koreksi pendapatan yang lebih banyak dari tiga porsinya ini menjadi pemicu utama dari rentetan rapor merah pada indikator keuangan YELO lainnya.

Sebagai akibat langsung dari anjloknya karena pendapatan tersebut, perusahaan harus menerima kenyataan pahit berupa kerugian yang membengkak di luar kendali. YELO secara resmi membukukan kerugian bersih senilai Rp21,5 miliar sepanjang tahun buku 2025.

Lonjakan kerugian ini merupakan sebuah pukulan telak, mengingat pada episode yang sama di tahun 2024, perusahaan hanya mencatatkan kerugian sebesar Rp1,9 miliar. Jika dihitung secara persentase, pembengkakan kerugian bersih yang dialami oleh perusahaan layanan sewa modem ini mencapai angka fantastis, yakni 1,031 persen.

Di samping anjloknya omzet, tekanan finansial yang menggerogoti YELO juga diperparah oleh anomali pada pos pengeluaran perusahaan. Ketika pendapatan mengalami koreksi parah, perusahaan justru menghadapi tekanan luar biasa dari peningkatan beban penjualan yang meroket tajam.

Beban penjualan YELO dilaporkan membengkak menjadi Rp8,5 miliar. Angka ini melonjak secara eksponensial sekitar 3,145 persen jika dibandingkan dengan beban penjualan pada episode yang sama tahun sebelumnya yang hanya berada di level Rp262 juta.

Lonjakan biaya operasional untuk penjualan di tengah lesunya pemasukan ini secara langsung menggerus kondisi kas dan memperdalam jurang kerugian perusahaan.

Penyusutan kinerja operasional dan finansial ini pada akhirnya berdampak langsung pada postur neraca keuangan PT Yelooo Integra Datanet secara keseluruhan. Dari sisi kekayaan perusahaan, total aset YELO pada tahun 2025 tercatat berada di angka Rp275,9 miliar.

Posisi aset ini mengalami penurunan sebesar 7,63 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang masih berada di angka Rp298,7 miliar.

Sejalan dengan tergerusnya aset, nilai ekuitas atau modal bersih perusahaan juga ikut mengalami penyusutan. Ekuitas YELO tercatat susut 7,49 persen menjadi Rp268,2 miliar, turun dari posisi sebelumnya di angka Rp289,9 miliar.

Di sisi lain, pos liabilitas atau kewajiban utang perusahaan tercatat sebesar Rp7,7 miliar, yang mana angka ini menunjukkan penurunan hampir 12,50 persen dibandingkan dengan liabilitas pada tahun sebelumnya yang berada di level Rp8,8 miliar. (red)