Pemkot Cilegon ‘Guyur’ KONI Rp10 Miliar

CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Pada tahun 2024 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menggelontorkan dana hibah sebesar Rp10 miliar untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon Sakri Jasiman menuturkan, untuk dana hibah tahun ini ada kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini kata dia Rp10 miliar sedangkan tahun 2023 Rp9,8 miliar.

“Kalau dana hibah untuk 2024 untuk KONI sebesar Rp10 miliar dan itu untuk Pengcab termasuk di sekretariat KONI nya,” kata Sakri saat ditemui di kantornya, Rabu (13/3/2024).

“Dan itu langsung ke rekening KONI dan langsung diserahkan ke pengcab-pengcab,” tambahnya.

Ia juga menekankan agar para Pengcab olahraga mengelola dana hibah sebaik mungkin dan membuat laporan sesuai dengan kegiatan yang mereka laksanakan. Dana hibah tersebut dicairkan dua tahap.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Cilegon Abdul Salam Salim meminta seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga untuk mengelola dana hibah sebaik mungkin. “Saya paling sering mengadakan rapat dengan Pengcab, saya selalu menekankan bahwa laporan itu harus sesuai dengan kegiatan,” kata Abdul Salam Salim saat ditemui di ruangannya, Rabu (13/3/2024).

Dikatakan Abdul Salam Salim, tahun ini Pemkot Cilegon menganggarkan hibah sebesar Rp10 miliar untuk KONI. Dana itu, kata dia akan dipergunakan untuk operasional dan pembinaan kepada 53 Pengcab olahraga se Kota Cilegon.

“Pak Wali sangat mensupport KONI, beliau naikin terus (anggaran), untuk itu kita selalu mengimbau kepada cabang bahwa kita harus bertanggung jawab secara moral terhadap masyarakat dan Pemerintah Kota Cilegon yaitu tentu kita berikan prestasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Abdul menjelaskan, besaran yang disalurkan ke masing-masing cabang bervariasi sesuai kebutuhan diantaranya ada tiga kategori yakni cabang prestasi, olahraga masyarakat, cabang pembinaan.

“Itu kan anggaran berbeda-beda, kemudian setelah kita transfer nanti mereka akan menjalankan kegiatan, entah itu pembinaan, mengikuti kejuaraan provinsi, jadi KONI monitoring setelah anggaran kita kucurkan,” tandasnya. (boy/red)

Tinggalkan Balasan