RPJMD 2025-2029, Pemkot Cilegon Fokus Pertumbuhan Ekonomi dan Penurunan Kemiskinan

CILEGON,LINTASBANTEN.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memfokuskan lima sasaran utama pembangunan daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon 2025-2029.

Salah satu yang ditargetkan Pemkot Cilegon yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 7,2 persen dan penurunan angka kemiskinan ke kisaran 2,7-3,1 persen pada 2029.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin, mengatakan, RPJMD periode ini fokus pada lima sasaran utama pembangunan daerah.

“Pertama, peningkatan pendapatan masyarakat. Kedua, penurunan kemiskinan dan ketimpangan. Ketiga, peningkatan produktivitas daerah dalam persaingan nasional dan global. Keempat, peningkatan daya saing sumber daya manusia, serta kelima, peningkatan pengendalian perubahan iklim global dan kualitas lingkungan hidup daerah,” kata Maman kepada awak media usai Rapat paripurna DPRD Kota Cilegon Penyampaian 2 Raperda tentang RPJMD Kota Cilegon tahun 2025-2029 dan Pengelolaan sampah di Ruang Rapat Paripurna, Senin (2/6).

Dikatakan Maman, target utama pembangunan itu selaras dengan kerangka pembangunan nasional tahun 2029, yakni menurunkan kemiskinan nasional ke angka 4,5-5 persen dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

“Indikator kunci yang ingin dicapai di tahun 2029 adalah IPM sebesar 81,93 poin, tingkat kemiskinan 2,7-3,1 persen, dan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,2 persen,” tuturnya.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Pemkot telah merumuskan 51 program prioritas daerah, yang mencakup 20 program prioritas janji politis kepala daerah. Program ini dijabarkan melalui kegiatan strategis yang dituangkan dalam rencana strategis seluruh perangkat daerah.

Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Pemkot mendorong optimalisasi pendanaan dari berbagai sumber alternatif.

“Kita akan maksimalkan DAK dari APBN, bantuan keuangan dari provinsi, optimalisasi aset, sinergi pendanaan CSR, KPBU, public private partnership, serta filantropi,” terangnya.

Ia juga meminta seluruh kepala OPD untuk fokus pada pencapaian program prioritas, meningkatkan inovasi, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga non-pemerintah.

Sementara itu, DPRD Kota Cilegon menargetkan pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 selesai sebelum rapat gabungan anggaran perubahan tahun 2025.

Wakil Ketua DPRD Cilegon, Masduki menegaskan, RPJMD menjadi dasar arah kebijakan dan prioritas pembangunan lima tahun ke depan di bawah kepemimpinan walikota baru. Oleh karena itu, pembahasannya harus dilakukan secara serius dan terencana. “Harapan kita program walikota periode 2025-2029 ini betul-betul efektif, terencana, dan matang. Jangan sampai asal jalan. RPJMD ini memuat visi kepala daerah, dan dari sinilah kinerjanya akan dievaluasi,” kata Masduki kepada awak media usai paripurna, Senin (2/6).

DPRD, kata Masduki, akan mengawal penuh pembahasan RPJMD, mulai dari ekspos hingga konsultasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Tujuannya, agar dokumen tersebut bisa segera dijadikan acuan anggaran. “Kita targetkan selesai sebelum pembahasan anggaran perubahan. Jadi bisa langsung masuk ke perubahan anggaran, enggak harus tunggu anggaran reguler,” tuturnya.

Meski mengejar waktu, Masduki memastikan DPRD tetap akan menjalankan semua tahapan sesuai prosedur. “Cepat bukan berarti asal. Analisis tetap dijalankan agar hasilnya maksimal dan bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, juga menyoroti tantangan dalam implementasi RPJMD, terutama terkait tren efisiensi anggaran pemerintah pusat yang masih berlangsung. Menurutnya, pendapatan daerah harus ditingkatkan agar program dalam RPJMD bisa berjalan. “Makanya ada juga perda pengelolaan sampah. Kalau pendapatan naik, program bisa dijalankan. Misalnya nanti ada penyesuaian untuk RT dan RW, tentu bertahap, tidak sekaligus,” tandasnya. (*/red)

Tinggalkan Balasan