CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Walikota Cilegon, Helldy Agustian, bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Heni Anita Susila, mengadakan rapat finalisasi untuk membahas usulan gelar pahlawan nasional bagi dua tokoh masyarakat, KH. Wasyid dan KH. Mohammad Arsyad Thawil. Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Walikota Cilegon, Kamis (22/6/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Heni Anita Susila, mengungkapkan bahwa usulan calon pahlawan nasional yang diajukan oleh Pemkot Cilegon, yaitu KH. Wasyid dan KH. Mohammad Arsyad Thawil, telah mendapatkan dukungan dari Wakil Presiden, Makruf Amin.
Dukungan ini merupakan langkah awal yang akan segera ditindaklanjuti oleh tim peneliti terkait proses penilaian dan penelitian lebih lanjut mengenai jasa dan kontribusi dalam Pemberontakan petani banten tahun 1888 atau yang dikenal dengan istilah Geger Cilegon.
Rapat finalisasi ini dihadiri oleh, antara lain Prof. Mufti Ali, Ph.D, Dandim 0623/Cilegon, Letkol Inf Aryo Priyoutomo, S.IP, serta tokoh ulama KH. Mansyur Muhyidin dan beberapa tokoh ulama lainnya.
Kehadiran mereka dalam rapat ini menunjukkan dukungan dan pengakuan terhadap usulan gelar pahlawan nasional bagi KH. Wasyid dan KH. Mohammad Arsyad Thawil.
Pemberian gelar pahlawan nasional merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada individu yang telah memberikan jasa dan kontribusi luar biasa terhadap negara dan bangsa. Dengan usulan ini, Pemkot Cilegon berharap dapat mengabadikan peran KH. Wasyid dan KH. Mohammad Arsyad Thawil sebagai inspirasi dan panutan bagi generasi mendatang.
Proses penilaian lebih lanjut dan penelitian terhadap jasa dan peran KH. Wasyid dan KH. Mohammad Arsyad Thawil sebagai calon pahlawan nasional akan dilakukan oleh tim peneliti yang telah ditunjuk. Keputusan akhir mengenai pemberian gelar pahlawan nasional akan ditentukan setelah proses tersebut selesai.
Dengan adanya usulan ini, diharapkan bahwa pengakuan atas jasa dan kontribusi KH. Wasyid dan KH. Mohammad Arsyad Thawil dapat menginspirasi generasi muda untuk mengikuti jejak mereka dalam berjuang dan berkontribusi bagi bangsa dan negara. (red)







