LINTASBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) resmi mengumumkan perluasan cakupan Program Beasiswa Cilegon Juare untuk tahun anggaran 2026.
Program yang sebelumnya berfokus pada lulusan sekolah menengah atau sederajat, kini diperluas untuk menyasar siswa tingkat SMA, SMK, hingga Madrasah Aliyah (MA), disertai penambahan kuota yang signifikan.
Kebijakan ini mendapat apresiasi sebagai bentuk komitmen nyata Pemkot Cilegon dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memutus rantai kemiskinan.
Perluasan sasaran program dinilai sebagai langkah inklusif karena tidak hanya menjangkau siswa SMA, tetapi juga merangkul siswa SMK dan Madrasah Aliyah. Hal ini mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan.
“Ini adalah kabar yang sangat menggembirakan. Dengan merangkul siswa SMK dan Madrasah Aliyah, Pemkot Cilegon menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap seluruh anak bangsa tanpa membeda-bedakan latar belakang institusi pendidikannya. Ini merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan kita rasakan dalam 5 hingga 10 tahun ke depan,” ujar Akademisi Universitas Al-Khairiyah (UNIVAL), Tatang Muftadi, Minggu (12/4/2026).
Selain itu, kata Tatang pentingnya sinergi dan validitas data. Kemudian terkait keterlibatan Forum CSR dan Badan Pusat Statistik (BPS), Tatang menilai kolaborasi lintas sektor sebagai langkah strategis dalam mengatasi keterbatasan anggaran daerah.
“Upaya menyatukan visi antara pemerintah dan dunia industri merupakan hal penting. Langkah Pemkot Cilegon menggandeng CSR untuk membiayai kelas persiapan adalah solusi yang tepat. Industri harus menjadi mitra strategis dalam mencetak tenaga kerja lokal yang berpendidikan tinggi,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya perbaikan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurutnya, percepatan pembaruan data diperlukan agar tidak ada masyarakat kurang mampu yang terlewat dari program bantuan akibat kendala administrasi.
Selain itu, penambahan kuota sebanyak 200 pelajar yang direncanakan pada Agustus 2026 diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya oleh keluarga kurang mampu.
“Kesempatan kuliah gratis ini adalah jembatan emas. Saya berharap para orang tua dan guru bimbingan konseling dapat segera mempersiapkan anak-anak. Jangan sampai peluang ini terlewatkan. Kita ingin Cilegon tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan intelektual muda yang unggul,” tandasnya. (luq)













