CILEGON,LINTASBANTEN.COM- Camat Citangkil Ikhlasinufus dan Lurah Kebonsari Asep Muzayin serta Tim Kotaku melakukan monitoring pembangunan program Sarana dan Prasarana Lingkungan Rukun Warga Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (Salira DPW-Kel) Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kebonsari termin kedua, Rabu 18 September 2024.
Ketua Pokmas Kebonsari Abdul Rohim mengatakan, pembangunan pada termin kedua ini Pokmas Kebonsari menganggarkan Rp264 juta untuk lima jenis kegiatan yaitu pembangunan paving block, rutilahu, PJU, pos ronda dan sumur resapan.
Abdul Rohim menyebut pembangunan pada termin kedua ini berdasarkan hasil usulan warga yang menjadi masih masalah di lingkungan masing-masing.
Seperti halnya sumur resapan, Abdul Rohim mengatakan sebagian besar di lingkungan Kelurahan Kebonsari sering kebanjiran saat hujan turun dengan intensitas deras.
Untuk itu, setiap tahunnya Pokmas Kebonsari selalu melakukan pembangunan sumur resapan di lingkungan yang masih sering terdampak banjir.
“Sumur resapan cuma 1 RW karena setiap tahunya ada kebanjiran kalau musim hujan sehingga di sini diutamakan sumur resapan supaya tidak banjir. Dari tahun 2021 kita tiap tahun ada 5 titik sumur resapan,” paparnya.
Dia berharap dengan pembangunan dari program dana Salira ini bisa membantu masyarakat membangun infrastruktur di lingkungan Kelurahan Kebonsari.
“Dengan adanya pembangunan program salira ini mudah-mudahan masyarakat yang selama ini punya keluhan kaitan dengan banjir, rumah rusak atau jalan tidak rapi bisa terbantu,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Lurah Kebonsari Asep Muzayin mengatakan, pada termin kedua ini pembangunan infrastruktur dari dana Salira masih memprioritaskan sumur resapan guna mengurangi banjir saat hujan turun.
“Sumur resapan ada lima titik dengan kedaleman 2 meter, Alhamdulillah dengan adanya sumur resapan ini mudah-mudahan bisa untuk mengurangi padanya airnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Citangkil Ikhlasinufus menyampaikan pembangunan infrastruktur dari dana Salira harus sesuai dengan juknis yang ada.
Dia menyarankan bahwa apa yang dibangun oleh Pokmas Kebonsari harus sesuai dengan spesifikasi saat pengajuan pembangunan.
“Semua proses sudah sesuai apa yang dilaksanakan Pokmas Kebonsari kami mengapresiasi, Pokmas dan Lurahnya terus memantau bahwa kegiatan salira harus sesuai dengan juknisnya supaya nanti bisa aman buat kita semua,” pungkasnya. (*/red)













