CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon merencanakan merubah Pasar Blok F atau yang dikenal sebagai Pasar Kelapa yang berada di Kelurahan Ciwaduk menjadi pasar modern.
Rencana tersebut tengah dikaji dengan mempertimbangkan lokasi pasar yang strategis dan berdekatan dengan kawasan perumahan.
Kepala Disperindag Kota Cilegon, Didin S Maulana, mengungkapkan rencana tersebut saat ditanya terkait program pengelolaan pasar di Kota Cilegon.
Menurut mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon itu, Pasar Blok F dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pasar modern yang bersih dan nyaman.
“Pasar Blok F inginnya bisa dimanfaatkan lantai dua, kita lagi menyusun lagi membuat desainnya dulu,” kata Didin, Selasa (10/2/2026).
Ia menilai, lokasi Pasar Blok F sangat cocok untuk konsep pasar modern karena berada di lingkungan permukiman. Dengan konsep yang lebih tertata, bersih, dan nyaman, diharapkan pasar tersebut dapat menarik lebih banyak pengunjung.
“Kalau bisa itu kan dari tempat cocok buat dijadikan pasar modern. Kan di sana daerah-daerah perumahan, modern bersih yang nyaman akan banyak yang berkunjung,” ujarnya.
Namun demikian, Didin menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap kajian.
Yang mana ia menyebutkan bahwa saat ini lantai dua Pasar Blok F masih kosong. Adapun biaya sewa kios di dalam pasar tersebut sebesar Rp300 ribu per tahun.
Selain itu, Bank Perkreditan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRSCM) juga direncanakan akan menyewa kios di Pasar Blok F untuk membuka layanan perbankan.
Nantinya, pedagang akan mendapatkan pinjaman atau pendanaan dengan bunga nol persen dari lembaga Bang Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRSCM), UPT Pengelola Dana Bergulir (PDB) Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon.
“BPRSCM rencananya juga mau sewa di Pasar Blok F buat pelayanan bank BPRSCM kalau tidak salah di lantai satu,” tuturnya.
Menurutnya, kehadiran layanan perbankan tersebut diharapkan dapat membantu para pedagang agar tidak bergantung pada rentenir.
“Supaya para pedagang tidak meminjam uang di rentenir, tapi bisa pinjam ke BPRSCM,” tandasnya. (luq)













