JAKARTA, LINTASBANTEN.COM – Bagi kalangan pemodal muda di usia produktif yang tengah aktif membangun portofolio investasi di lantai bursa, menjaga pergerakan arus dana dari para pemegang saham skala besar adalah suatu keharusan.
Kabar terbaru yang cukup menyita perhatian luas di pasar modal kini menyoroti pergerakan saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk.
Emiten yang melantai di bursa dengan kode saham CBDK tersebut baru saja diguyur aksi jual dalam jumlah yang amat masif. Pelaku di balik peluncuran saham berskala jumbo ini tidak lain adalah salah satu pemegang sahamnya sendiri, yaitu PT Tunas Mekar Jaya.
Berdasarkan laporan transparansi yang terangkum dalam keterbukaan informasi pada hari Jumat, 20 Februari 2026, terkuak adanya perpindahan tangan kepemilikan saham dalam volume yang luar biasa besar.
PT Tunas Mekar Jaya tercatat telah mengeksekusi langkah divestasi untuk mengurangi porsi kepemilikan saham mereka di tubuh emiten CBDK secara signifikan.
Transaksi bernilai fantastis ini dieksekusi secara terukur dan terbagi pada rentang waktu pertengahan bulan, tepatnya pada tanggal 12 Februari 2026 serta dilanjutkan pada tanggal 18 Februari 2026
Menelah lebih dalam pada rincian laporan tersebut, Tunas Mekar membagi penjualan ini ke dalam dua porsi pelepasan saham yang agresif.
Pada catatan pertama, perusahaan tersebut menjual sebanyak 17.500.000 lembar saham ke pasar bursa. Tidak berhenti di situ, aksi lepas aset kembali dilanjutkan dengan menjual porsi berikutnya sebanyak 7.500.000 lembar saham CBDK.
Menariknya, transaksi volume kedua yang masif tersebut dieksekusi secara seragam di satu titik harga jual, yakni berada di level Rp6.300 per lembar saham.
Apabila kedua porsi volume tersebut digabungkan, maka total saham emiten PT Bangun Kosambi Sukses Tbk yang dilego mencapai angka genap 25.000.000 lembar.
Pelepasan 25 juta lembar saham di harga Rp6.300 jelas bukanlah transaksi harian biasa. Jika dikalkulasikan secara matematis, nilai divestasi kumulatif yang berhasil dikantongi dari aksi korporasi tersebut menembus nominal yang sangat fantastis, yakni berada di kisaran Rp157,5 miliar.
Perputaran uang ratusan miliar rupiah ini mencerminkan tingginya likuiditas dan dinamisnya aktivitas transaksi yang terjadi pada pergerakan saham emiten CBDK.
Di tengah ramainya sorotan dari para pelaku pasar modal terhadap aksi lepas barang berukuran raksasa ini, laporan resmi keterbukaan informasi CBDK juga memberikan penjelasan yang terang benderang.
Alasan krusial di balik manuver finansial bernilai ratusan miliar tersebut diungkapkan secara eksplisit dalam dokumen yang dilaporkan ke bursa otoritas.
Tujuan dari transaksi adalah untuk divestasi guna realisasi nilai investasi dengan kepemilikan saham langsung,” tulisnya dalam keterbukaan informas.
Aksi ambil untung atau pemanenan hasil investasi tersebut secara otomatis merombak struktur kepemilikan saham Tunas Mekar di dalam emiten.
Pasca dikuranginya 25 juta lembar saham dari brankas mereka, genggaman saham PT Tunas Mekar Jaya di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk terkonfirmasi menyusut cukup dalam.
Hingga saat ini, saldo kepemilikan saham mereka tercatat menurun tajam dan hanya tersisa di angka 52,5 juta lembar.
Jika dikonversikan ke dalam hitungan persentase, kepemilikan terbaru tersebut kini hanya setara dengan 0,93 persen dari total saham perseroan.
Kondisi persentase penguasaan saham ini mengalami penurunan yang sangat jelas jika dibandingkan dengan periode awal sebelum eksekusi penjualan dilakukan.
Sebelumnya, PT Tunas Mekar Jaya masih memegang kendali yang lebih besar atas 77,5 juta lembar saham perusahaan, sebuah porsi yang mewakili kepemilikan dominan di angka setara 1,37 persen.
Hukum ekonomi terkait pasokan dan permintaan di lantai bursa pun merespons secara instan. Seiring dengan derasnya aksi lepas saham hingga mencapai angka puluhan juta lembar tersebut, laju pergerakan saham CBDK di pasar reguler turut terguncang dan berada di zona yang cukup menekan.
Tekanan jual yang dominan ini tergambar gamblang pada papan perdagangan intraday bursa yang berlangsung pada hari Jumat, 20 Februari.
Pada sesi perdagangan tersebut, laju saham emiten CBDK harus rela terkoreksi di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,81 persen. Pergerakan saham perseroan terpantau merosot turun hingga memangkas 50 poin dari posisinya, yang membawa harga emiten tersebut mendarat pada level Rp6.100 per saham pada aktivitas transaksi pasar sekunder. (luq)







