Emtek Pertebal Dominasi di SCMA, Guyur Rp96 Miliar untuk Borong Saham di Harga Premium

JAKARTA, LINTASBANTEN.COM – Raksasa media Indonesia, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau yang lebih dikenal dengan Emtek, kembali menayangkan taringnya di pasar modal.

Langkah strategi diambil oleh sang operator dengan mempertebal porsi kepemilikan sahamnya di anak usahanya sendiri, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Aksi korporasi ini mempertegas posisi Emtek sebagai pemegang kendali utama dalam peta persaingan industri media nasional.

Berdasarkan laporan terbaru, Emtek terpantau terus berburu saham SCMA secara masif. Tindakan sang pengendali itu, ditunjukkan dengan menyerok 300 juta saham perseroan.

Langkah ini bukan sekadar transaksi rutin, melainkan sebuah sinyal kuat mengenai kepercayaan grup terhadap fundamental dan prospek masa depan lini bisnis medianya, terutama di tengah dinamisnya konsumsi konten digital dan televisi di Indonesia.

Rincian Transaksi: Beli di Harga Premium
Aksi pembelian yang menyedot perhatian pelaku pasar ini telah dipatenkan pada 19 Februari 2026. Salah satu poin menarik dalam transaksi ini adalah harga pelaksanaan yang dipatok oleh Emtek.

Perusahaan yang didirikan oleh keluarga Sariaatmadja ini menunjukkan keseriusannya dengan membeli saham di atas harga pasar saat itu.

Akumulasi transaksi dilakukan dengan harga eksekusi Rp320 per lembar. Jika dibandingkan dengan posisi harga saham di lantai bursa, harga beli tersebut tergolong premium. Harga beli itu, lebih mahal 14 poin dibandingkan penutupan perdagangan saham perseroan edisi 20 Februari 2026 di kisaran Rp306.

Keputusan untuk membeli di harga yang lebih tinggi ini memberikan indikasi bahwa Emtek melihat nilai intrinsik SCMA jauh di atas harga pasar saat ini. Dengan penyelesaian transaksi itu, Emtek dipaksa merogoh dana senilai Rp96 miliar.

Angka yang luar biasa ini sekaligus menunjukkan likuiditas dan kekuatan modal yang dimiliki oleh grup Emtek dalam mendukung ekspansi dan konsolidasi internal mereka.

Dengan masuknya 300 juta lembar saham baru ke kantong Emtek, struktur kepemilikan saham di Surya Citra Media mengalami perubahan yang signifikan. Penambahan ini membuat cengkeraman Emtek di perusahaan yang menaungi stasiun televisi SCTV dan Indosiar tersebut menjadi semakin solid.

Sebagai konsekuensi dari transaksi tersebut, timbunan saham Surya Citra dalam genggaman Emtek semakin menebal. Tepatnya, menjadi 55,05 miliar eksemplar alias setara dengan porsi kepemilikan 74,42 persen. Angka ini mencerminkan dominasi mutlak, yang memungkinkan Emtek memiliki kendali penuh atas arah strategi perusahaan ke depan.

Sebelum transaksi ini dilakukan, porsi kepemilikan Emtek memang sudah sangat besar, namun mereka memilih untuk tetap menambah muatan. Kepemilikan tersebut melejit sekitar 0,4 persen dari episode sebelum transaksi dengan donasi 54,75 miliar saham. Tabungan saham Emtek sebelum transaksi itu, selevel dengan porsi kepemilikan 74,02 persen.

Banyak analis pasar modal menganalisis motivasi di balik terus bertambahnya porsi kepemilikan Emtek di SCMA, terutama ketika porsi kepemilikan publik semakin meningkat.

Namun, pihak manajemen Emtek memberikan jawaban tegas mengenai arah kebijakan tersebut. Aksi borong saham ini bukan untuk tujuan spekulasi jangka pendek, melainkan murni untuk memperkuat portofolio investasi grup.

”Transaksi dilakukan dengan tujuan utama untuk kepentingan investasi,” tegas manajemen Elang Mahkota.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa SCMA tetap menjadi aset mahkota bagi Emtek. Di tengah gempuran platform digital global, SCMA dianggap masih memiliki daya tarik yang kuat, baik melalui siaransiaran gratis(FTA) maupun melalui platform digital seperti Vidio yang berada di bawah naungannya.

Dengan kepemilikan yang mencapai lebih dari 74 persen, Emtek memiliki ekosistem lebih besar dalam melakukan sinergi antar ekosistem bisnis yang mereka miliki, mulai dari teknologi, pembayaran digital, hingga kesehatan. (luq)