PT Pelindo Banten Angkat Bicara Terkait Laka Kerja di Wilayahnya

CILEGON, LINTASBANTEN.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Banten angkat bicara atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi di area Dermaga 5A Pelabuhan Ciwandan pada Selasa (24/2), sekitar pukul 09.30 WIB.

Insiden ini mengakibatkan satu orang pengemudi truk meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi menyatakan bahwa insiden ini melibatkan benturan antara kendaraan dump truck angkutan logistik milik armada RM dengan alat berat forklift yang sedang dioperasikan oleh Perusahaan Bongkar Muat (PBM) PT GBS.

“Seluruh operasional alat berat dan armada truk dalam kejadian ini dikelola dan dijalankan oleh pihak ketiga mitra pengguna jasa,” ujar Benny melalui siaran persnya, Selasa (24/2).

Meskipun aktivitas operasional dilakukan oleh pihak ketiga, sebagai pengelola kawasan Pelabuhan Ciwandan, Pelindo Regional 2 Banten, kata dia langsung mengambil langkah cepat dan responsif sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) keadaan darurat.

“Tim keamanan pelabuhan segera turun ke lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memastikan korban segera dievakuasi ke Klinik Pelabuhan Ciwandan untuk observasi awal, sebelum dirujuk secara cepat ke RS Krakatau Medika (RSKM) Cilegon untuk penanganan intensif,” tuturnya.

Kemudian kata Benny, saat dievakuasi oleh tim keamanan pelabuhan, korban masih sempat dibawa ke Klinik Pelabuhan Ciwandan untuk observasi awal dan secepatnya dirujuk ke RS Krakatau Medika dalam keadaan hidup.

Namun, perkembangan terakhir korban telah dinyatakan meninggal dunia di saat penanganan di RS Krakatau Medika.

“Saat ini, penanganan lebih lanjut terkait insiden tersebut sedang dikoordinasikan secara langsung antara pihak pengurus armada truk RM dan PBM PT GBS. Pelindo Regional 2 Banten bersikap kooperatif dan siap mendukung pihak berwajib dalam proses pengumpulan informasi dan investigasi yang diperlukan,” paparnya. (luq)