PANDEGLANG, LINTASBANTEN.COM – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia atau International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) salah satu industri yang berada di Cilegon
menyelenggarakan penanaman mangrove bersama dengan wartawan di Kawasan Edu-ekowisata Mangrove Patikang Lestari, Kampung Patikang, Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/7/2023).
Penanaman Mangrove dilaksanakan
sebagai upaya mendukung dekarbonisasi dengan memaksimalkan blue carbon atau karbon yang diserap, disimpan, dan dilepaskan menjadi cadangan oleh ekosistem pesisir dan laut.
Sebanyak 30 bibit ditanam sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem mangrove yang dipercaya menjadi benteng alami bagi daerah pesisir. Selain menjadi tempat wisata yang berwawasan lingkungan, Kawasan
Mangrove Patikang Lestari yang dibina oleh Chandra Asri ini juga menjadi lokasi penelitian dan daerah konservasi mangrove. Tempat wisata ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai manfaat dan pentingnya mangrove bagi pelestarian lingkungan.
Corporate Communications General Manager Chandra Asri, Chrysanthi Tarigan mengatakan di tahun 2022, Chandra Asri telah bekerja sama dengan Yayasan Inspirasi Keluarga Kesemat (IKAMAT), yaitu yayasan alumnus Ilmu Kelautan UNDIP, untuk meneliti kondisi vegetasi mangrove, jenis herpetofauna, dan keanekaragaman mamalia serta aves di kawasan tersebut.
Dari penelitian ditemukan bahwa kawasan ini
merupakan rumah bagi 33 jenis burung, 8 jenis mamalia, 10 jenis reptil, dan 1 jenis amfibi. Ekosistem Mangrove Patikang Lestari bahkan menjadi habitat bagi beberapa spesies yang dillindungi, seperti burung Cikalang
Christmas yang yang dilindungi pemerintah dan Aonyx Cinereus atau berang berang cakar kecil asia yang masuk dalam daftar Appendix 1 “terancam punah” menurut IUCN.
”Kami berterimakasih atas antusiasme dan partisipasi jurnalis di Banten yang telah turut serta dalam upaya Perseroan merawat lingkungan. Chandra Asri berharap Kawasan Edu-Ekowisata Mangrove Patikang ini dapat menjadi
destinasi wisata mandiri yang memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga mampu memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kawasan Edu-Ekowisata Mangrove Patikang Lestari, kata dia masuk dalam daerah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Melalui berbagai pengembangan, kawasan ini diharapkan menjadi target Desa Wisata
Kementerian Pariwisata. Untuk memfasilitasi kenyamanan wisatawan, Chandra Asri telah membantu memperbaiki sarana dan infrastruktur dengan membangun dermaga kecil, 1 saung edukasi, 1 toilet, 1 saung serbaguna, dan trek sepanjang 179 meter yang memanfaatkan limbah non-B3 perusahaan berupa palet kayu.
“Perseroan bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Putri Gundul Kampung Patikang dalam mengembangkan dan melestarikan kawasan sebagai lokasi penelitian, konservasi mangrove, maupun area
wisata. Perseroan juga mendorong adanya lahan yang terpisah untuk area khusus konservasi dan area untuk wisata, dimana sebanyak 300 bibit telah ditanam di area konservasi,” tandasnya. (boy/red)







