IHSG Terkoreksi, 10 Saham Top Gainers Ini Tahan Penurunan Indeks dan Kasih Cuan

LINTASBANTEN.COM – Pergerakan pasar modal kerap menjadi perhatian utama bagi para investor muda pada rentang usia produktif yang bermukim di kota-kota besar. Strategi mencari keuntungan di tengah kondisi pasar yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri.

Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode tanggal 30 Maret hingga 2 April 2026, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau yang lebih dikenal dengan IHSG terpantau bergerak dalam fase yang sangat fluktuatif.

Selama rentang waktu sepekan tersebut, indeks secara keseluruhan mengalami koreksi. Tercatat, penurunan atau koreksi yang terjadi pada indeks saham utama di bursa mencapai angka sebesar 0,99 persen. Angka pelemahan sebesar 0,99 persen ini pada akhirnya membawa posisi IHSG turun dan berada di level 7.026.

Posisi ini menunjukkan adanya pelemahan jika dibandingkan dengan catatan pada posisi akhir pekan sebelumnya, di mana indeks masih mampu berada di level 7.097.

Saat indeks utama bergerak fluktuatif dan terkoreksi, ada sejumlah saham yang justru bergerak dengan sangat mengesankan.

Pergerakan mengesankan dari saham-saham yang masuk ke dalam barisan peraih keuntungan terbesar ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemegangnya, tetapi sekaligus menahan koreksi indeks agar tidak jatuh lebih dalam lagi.

Saham kelompok peraih keuntungan terbesar tersebut menunjukkan ketahanannya di tengah dinamika bursa.

Posisi puncak dalam kelompok saham peraih keuntungan terbesar pekan ini dipimpin oleh Yanaprima dengan kode emiten YPAS. Saham YPAS berhasil mencatatkan kenaikan yang fantastis dengan meroket hingga 118,90 persen.

Secara nominal, persentase kenaikan tersebut alias melesat sebesar 755 poin. Lonjakan tajam ini membawa harga saham Yanaprima (YPAS) naik signifikan menjadi Rp1.390 per helai, melonjak jauh dari harga sebelumnya di Rp635.

Menyusul di bawah Yanaprima, pencetak angka terbesar diraih oleh Chemstar yang memiliki kode saham CHEM. Saham CHEM melangit dengan catatan penguatan sebesar 63,10 persen.

Peningkatan persentase ini setara dengan tambahan 53 poin, yang menghadirkan harga sahamnya menjadi Rp137 per saham dari posisi sebelumnya di angka Rp84.

Selanjutnya ada MNC Digital dengan kode saham MSIN yang melejit tajam sebesar 60,58 persen. Kenaikan selevel tersebut dengan 315 poin, sehingga harga per lembar saham MSIN menjadi Rp835 dari posisi sebelumnya di angka Rp520.

Tren pergerakan yang tak kalah mengesankan ditunjukkan oleh saham Alakas (ALKA) yang melesat sebesar 57,39 persen. Peningkatan ini atau sama dengan penambahan 330 poin mendorong harganya menjadi Rp905 per lembar dari angka Rp575. Sementara itu, saham Asia Pramulia (ASPR) menanjak sebesar 44,26 persen. Kenaikan alias 81 poin ini membuat harga saham ASPR berada di level Rp264 per saham dari harga awalnya Rp183.

Bergeser ke deretan berikutnya, saham Verona Indah (VERN) menguat sebesar 27,45 persen atau bertambah 28 poin, mengubah harganya menjadi Rp130 ​​per helai dari Rp102. Diikuti oleh Superior Sukses (BLES) yang melambung dengan kenaikan 25,20 persen. Penguatan selevel 31 poin tersebut mengangkat harga saham BLES menjadi Rp154 per lembar dari sebelumnya Rp123.

Tak tertinggal, saham Dana Brata Luhur (TEBE) tercatat surplus 23,50 persen setara dengan 275 poin, membawanya menjadi Rp1.445 per lembar dari Rp1.170.

Melengkapi daftar tersebut adalah saham Bank Aladin (BANK) yang tumbuh 22,64 persen atau mengalami penambahan 96 poin, membawa harga saham BANK menjadi Rp520 per helai dari Rp424. Terakhir, saham Impack Pratama (IMPC) menguat sebesar 20,43 persen, di mana penguatan selevel 380 poin ini menjadikan harga saham IMPC di angka Rp2.240 per lembar dari Rp1.860. (red)